8 Alasan Orang Bule Selalu Kagum Dengan Indonesia

8 Alasan Orang Bule Selalu Kagum Dengan Indonesia – Melihat orang Indonesia minta foto bareng orang asing di tempat wisata memang jadi hal biasa. Lalu, menemukan orang lokal menjamu bule dengan perlakuan istimewa juga bukan hal yang mengagetkan lagi. Padahal bule-bule itu bukan artis, pejabat publik atau tokoh terkenal. Itulah sebabnya orang Indonesia di mata bule terlihat sangat amat ramah.

Ternyata bukan tanpa alasan sebagian besar penduduk Tanah Air sangat ramah dan terbuka dengan orang asing. Apa alasannya? Ini Jawabannya!

1. Efek dijajah berabad-abad. Orang Indonesia masih menganggap orang asing lebih maju dari mereka.

Berabad-abad lamanya penduduk lokal dijajah oleh bangsa kolonial, baik Belanda maupun Jepang. Efek itulah yang membuat bangsa seakan berpikir bahwa mereka lebih maju. Apalagi Belanda dan Jepang memang masuk dalam golongan negara maju. Karena itulah, (kadang) mereka merasa orang-orang asing yang ke Indonesia derajatnya lebih tinggi. Padahal sebenarnya sama saja, sama-sama manusia dengan tingkat kepandaian yang bisa bersaing.

2. Orang Indonesia sejatinya memang kagum dengan kegantengan dan kecantikan orang bule.

Karena itulah bule selalu menyedot perhatian penduduk Tanah Air. Mereka pun jadi sangat ramah dengan bule, sebab mereka mengagumi orang asing dengan kulit putih, badang tinggi, dan hidung mancung itu.

3. Banyak orang merasa, ketemu bule itu serasa ketemu artis.

Maklum, artis-artis di Indonesia mukanya banyak yang campuran. Apalagi, banyak bule yang main sinetron dan menjadi sangat tenar di sini. Itulah sebabnya, orang-orang yang ketemu dengan bule menjadi terkagum-kagum seperti sedang berjumpa dengan artis di layar televisi.

4. Bule itu cuek-cuek, sedangkan orang Indonesia murah senyum. Jadi, di mata bule, Indonesia sangat ramah.

Patut diakui kalau bule itu cuek-cuek. Mereka jarang melempar senyum, bahkan mengobrol dengan orang yang tak dikenalnya. Sedangkan orang Indonesia sering melempar senyum ke mana-mana, bahkan untuk orang yang tak dikenal. Itulah sebabnya di mata bule orang Indonesia tampak sangat ramah.

5. Adat dan budaya mengajarkan orang Indonesia berperilaku santun terhadap siapa pun, termasuk kepada orang asing.

Sudah dari dulu orang Indonesia itu terkenal ramah dan santun. Mereka pun tak akan memperlakukan pendatang, termasuk orang dari belahan benua lain, mendapat perlakuan yang buruk saat datang di tanah Nusantara. Itulah sebabnya mereka terkenal ramah dan santun.

6. Orang Indonesia pengen punya pacar atau dapet jodoh orang bule. Jadi cara PDKT-nya harus tebar senyum dulu.

Tipe-tipe orang Indonesia yang eksotis memang menarik perhatian bule. Orang Indonesia juga tak kalah tertarik dengan tipe orang luar yang badannya tinggi, berkulit putih, mata biru, rambut pirang, dan berhidung mancung. Satu-satunya kesempatan untuk menggaet bule adalah tebar pesona alias ramah. Siapa tahu diajak kenalan, temenan, dan jadi lebih dari sekadar temen.

7. Orang Indonesia sangat bersemangat negaranya dikenal oleh orang-orang di seluruh dunia.

Itulah sebabnya interaksi dengan bule adalah salah satu upaya strategis untuk mengenalkan keistimewaan Indonesia. Dengan berkomunikasi dengan bule, orang-orang Indonesia akan ‘memasarkan’ keindahan Nusantara secara langsung kepada mereka.

8. Kalau tidak ramah, nanti bule gak mau dateng lagi ke Indonesia.

Orang-orang Indonesia berusaha menjaga nama baiknya di mata dunia. Mereka pun berusaha terbuka dan menerima bule dengan baik. Harapannya, kesan yang ditimbulkan kepada warga asing dapat terpatri di benak mereka. Kalau kembali ke negaranya nanti, mereka akan bercerita tentang keramahan dan keautentikan Indonesia sehingga orang-orang penasaran dan ingin berwisata ke Indonesia. Kalau sudah kayak gitu, yang diuntungkan juga sektor pariwisata dalam negeri, kan?

Pada dasarnya, bagaimana pun Indonesia menjunjung adat ketimuran yang kental, yang mempertahankan nilai keramahan dan kesopansantunan. Itulah sebabnya orang Indonesia hampir tak pernah atau jarang kelihatan judes atau dingin di mata orang asing.