Fakta Kehebatan Pahlawan Indonesia

Fakta Kehebatan Pahlawan Indonesia – Indonesia adalah Negara yang besar, yang memiliki 17.000 pulau lebih yang membentang dari Sabang di pulau We, Aceh sampai Merauke di Papua, dengan berbagai budaya dan berbagai bahasa serta adat-istiadat yang berbeda-beda.

Tetapi sebelum menikmati sebuah kemerdekaan, 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda. Portugis, Spanyol, dan Jepang juga pernah menduduki Indonesia. Walaupun berabad-abad dijajah oleh kaum Kolonial, semangat para pahlawan Indonesia tidak pernah surut, bahkan semakin membesar dan bertambah kuat demi mempertahankan bumi pertiwi.

Kalau dilihat dari sejarah, hanya bangsa Indonesia yang merebut kemerdekaannya dengan tangannya sendiri tanpa meminta bantuan dari Negara lain, dan juga bukan hadiah yang diberikan oleh Negara kolonial, singkatnya kita bisa mengatakan, hanya Indonesia yang merebut kemerdekaannya dari para penjajah dengan berperang berkali-kali, selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Dan sampai saat ini, tidak ada Negara lain yang meraih kemerdekaannya dengan cara yang dilakukan Indonesia.

Sangat banyak Negara-negara yang menjadi merdeka karena dihadiahkan oleh para penjajah, kalau di telaah lebih dalam lagi, kemerdekaan Fhilipina dihadiahkan oleh Amerika, Kemerdekaan India dan Mesir juga dihadiahkan oleh inggris. Malaysia, singapura, dan Brunei Darussalam juga diberi hadiah kemerdekaan oleh Inggris.

Ada juga Negara yang menjadi merdeka setelah melepaskan diri dari Negara induknya. Banglades, Pakistan, menjadi merdeka setelah melepaskan diri dari India, Belanda merdeka setelah lepas dari spanyol, Amerika merdeka setelah melepaskan diri dari Inggris. Sekalipun melepaskan diri dari penjajahan terkadang dicapai dengan pertempuran, tetapi biasanya terjadi dengan kekuatan seimbang.

Ada juga bangsa yang merdeka karena negara induk terpecah. Ketika Uni Soviet hancur, belasan negar baru bermunculan dari bekas USSR, di antaranya Armenia, Azerbaijan, Balarus, Estonia, Georgia, Khazajhstan, Kirgiztan, Latvia, Lithuania, Moldova, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, dan Ukraina.

Ada juga negara yang beruntung, karena tiadak perlu berjuang keras untuk memerdekakan negrinya,. Thailand beruntung menjadi negara merdeka karena tidak sempat di jajah, bukan karena mereka mengusir para penjajah, tetapi karena penjajah menjadikan wilayah tersebut sebagai Buffer zone atau batas penyangga antar penjajah agar tidak saling berperang.

Suatu bukti yang konkrit dan sangat jelas, bahwa para pahlawan memerdeka kan bangsa ini dengan tidak mudah, dunia telah memandang begitu hebatnya para pahlawan Indonesia demi mempertahankan negrinya.

Pada 10 november 1945, Bung Tomo maju di barisan paling depan demi membela tanah air Indonesia. Akhirnya pada Pukul 10.12 di langit Surabaya terjadilah perang besar antara para pahlawan Indonesia melawan Sekutu, pertempuran besar berlangsung selama lima hari lima malam, sekutu banyak kehilangan pasukan dan mendapat kerugian yang sangat banyak. Setelah tiga minggu bertempur, seluruh kota Surabaya hancur lebur, pertempuran ini adalah pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940-an. Pertempuran ini menunjukan kesungguhan bangsa Indonesia untuk memepertahan kan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Dan seluruh dunia mengetahui, kehebatan para pahlawan yang tidak gentar menghadapi musuh dan tidak mudah untuk dikuasai oleh bangsa asing.

Ketika kedaulatan Indonesia terancam dengan hukum laut Internasional yang berlaku, Para pahlawan Indonesia mengeluarkan Deklarasi Juanda untuk mengamankan wilayah laut Indonesia, yang kemudian peraturan tersebut diadopsi menjadi peraturan Internasional. Ketika banyak Negara di Asia dan Afrika menjadi daerah jajahan Eropa, termasuk Papua yang masih berada ditangan Belanda, Indonesia menjadi pelopor dan tuan rumah Konferensi Asia Afrika [KAA] yang berhasil membebaskan 30 Negara lebih.

Sejak menjadi tuan rumah KAA, suara para pahlawan Indonesia didengar, kekuatan Indonesia pun bertambah di forum PBB, sehingga dukungan terhadap kembalinya Papua sebagai bagian dari Indonesia menguat di PBB, dan akhirnya wilayah tersebut kembali ke Indonesia.

Ketika dunia mulai terpecah antara Blok-Barat dan Blok-Timur, Para pahlawan Indonesia bangkit memelopori dibentuknya Gerakan Non-Blok, yang anggotanya menolak untuk menjadi bagian Blok-Barat yang berkiblat ke Amerika dan Blok-Timur yang berkiblat ke Uni Soviet. Anggota Gerakan Non-Blok bahkan mempunyai jumlah anggota yang lebih banyak dari Blok-Barat ataupun Blok-Timur, Bahkan pada tahun 2012 Gerakan Non-Blok [GNB] atau yang dikenal dengan istilah The Non-Aligned Movement [NAM], memiliki anggota 120 Negara anggota dan 17 Negara pengamat.

Baca Juga :

9 Ciri Khas Orang Indonesia Di Mata Bule

8 Alasan Orang Bule Selalu Kagum Dengan Indonesia

Ini menunjukan bahwa kehebatan para pahlawan Indonesia sangat dapandang, dilihat, dan menjadi teladan di mata dunia.

‘’JAS MERAH’’ [Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah]. Di masa lalu Indonesia dikenal sebagai bangsa pelopor bukan pengikut, bangsa yang punya kemandirian bukan ikut ikutan, Indonesia bahkan mampu membuat kepentingan Indonesia menjadi Internasional, Para pahlawan Indonesialah telah merancang semuanya. Tetapi kenyataannya sekarang para pemuda penerus bangsa sudah tidak lagi menjadi pelopor, bahkan hanya bisa ikut-ikutan melihat penampilan dan gaya hidup orang barat, yang sebenarnya tidak sesuai dengan moral dan etika.

Disaat para pemuda Indonesia yang berusia 15 tahun sekarang ini sangat bingung memikirkan masuk ke SMA mana…? Di usia yang sama Hamka masuk Serekat Islam dan Mohammad Natsir masuk Jong Islamieten Bond untuk berjuang demi kemerdekaan bangsa. Bung Karno sudah aktif di organisasi Jong Java cabang Surabaya di usia 14 tahun. Lebih parah lagi di usia 15 tahunan, ketika masih SMP sudah banyak para pemuda yang terjebak pergaulan bebas, internet bebas, kecanduan games, atau sekedar galau di awal masa-masa pacaran.

Di saat pemuda yang berusia 18 tahun sekarang ini bingung ingin masuk kuliah dimana…? Di usia yang sama, Semaun menjadi ketua Serekat Islam Semarang yang mejadi cikal bakal kebangkitan nasional.

Di saat pemuda sekarang berusia 22-25 tahunan sedang bingung mencari pekerjaan karena baru lulus kuliah, atau sedang menikmati masa awal pekerjaan atau bahkan masih menganggur, di usia yang sama para pendiri bangsa sedang sibuk memperjuangkan Indonesia.

Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia di usia 26 tahun, di usia 24 tahun, Sugondo Djojopuspito memimpin kongres pemuda yang menghasilkan sumpah pemuda. Mohammad Hatta lahir pada tahun 1902 dan menjadi ketua Indonesische Vereeniging tahun 1926, berarti usianya baru 24 tahun. Tan Malaka lahir tahun 1897 dan aktif di Serekat Islam Semarang tahun 1921, berarti usianya baru 24 tahun.

Mungkin anda akan mengatakan tidak bisa di samakan antara para pemuda di masa lalu dengan masa sekarang. Kenapa tidak bisa di samakan..? Bukankah pemuda di masa lalu dan pemuda di masa sekarang sama-sama memiliki cita-cita yang harus di perjuangkan.

Para pahlawan bangsa ini telah menunjukan jati diri sebagai bangsa yang memiliki ideologi tinggi, dan mempunyai sikap yang harus kita hargai dan teladani. Kita telah mengetahui perjuangan para pahlawan yang berjuang keras mendirikan Negara Indonesia ini, untuk itu kita harus bangkit kembali untuk menjadi bangsa pelopor, bangsa yang kuat, bangsa yang dihargai dan disegani oleh bangsa yang lain. Tugas kita sebagai generasi masa depan penerus bangsa, adalah belajar dengan tekun untuk membuat bangsa ini menjadi lebih besar lagi, dan lebih luar biasa lagi, dibandingkan Negara lain.