Kenali Mapasilaga Tedong Tradisi Unik Dari Tana Toraja

Indonesiawowbanget.web.id – Tana Toraja memang selalu mendatangkan sebuah tradisi yang sangat unik, salah satunya ialah Ma’pasilaga Tedong. Penasaran? Langsung lihat saja informasinya di bawah ini

Selain dari keindahan alamnya, Toraja juga dikenal dengan beragam budayanya. Uniknya lagi dari beragam budaya tersebut, hanya bisa lo temukan di kabupaten yang masuk ke dalam daerah Sulawesi Selatan. Namun apakah lo sudah pernah mendengar Ma’pasilaga Tedong? Itu merupakan tradisi di Toraja yang melibatkan dua ekor kerbau yang diadu.

Tradisi satu ini pun sudah dilakukan masyarakat Toraja dari nenek moyang mereka. Yaap, ini merupakan tradisi yang turun menurun. Tak heran apabila tradisi ini masih dipertahankan higga hari ini. Ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi dari generasi ke generasi. Serta untuk mengadakan tradisi ini pun memerlukan biaya dan tenaga yang cukup besar.

Lo bisa melihat tradisi ini ketika sedang diadakannya pesta kematian yang menjadi sebuah seremoni di Toraja yang memang sudah terkenal secara global. Dimana lagi selain di Toraja lo bisa menemukan orang meninggal namun dipestakan bro. Nah, Ma’pasilaga Tedong atau adu kerbau ini masuk ke dalam bagian pesta kematian. Daripada lo semakin penasaran, simak saja beberapa bahasan di bawah ini yang akan mengupas apa itu adu kerbau yang ada di Toraja.

Tradisi yang Tersohor

Bukan sebuah tradisi yang biasa, namun Ma’pasilaga Tedong ini merupakan tradisi yang tersohor di kehidupan masyarakat Toraja. Karena memang kerbau yang dilibatkan pun memiliki harga yang selangit, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Oleh sebab itu bisa dikatakan pula kalau tradisi ini hanya bisa dilakukan oleh keluarga yang memiliki status sosial yang tinggi. Tak hanya itu, bahkan para petarun kerbau ini sebelum pertandingan pun diperlakukan sangat istimewa. Biasanya para kerbau tersebut diberi berbagai suplemen, mulai dari jamu, kuning telur ayam hingga obat kuat impor.

Dapat diartikan pula, apabila sebuah acara pesta kematian atau Rambu Solo yang didalamnya diadakan adu kerbau ini maka derajat dari keluarga tersebut pun dianggap serta dapat menaikan status sosial mereka.

Rambu Solo

Ada baiknya memang untuk lo mengetahui sebenarnya Rambu Solo sendiri itu apa. Selain dai kopinya memang Toraja terkenal dengan berbagai budayanya yang mampu menarik perhatian banyak kalangan. Salah satunya ialah Rambu Solo ini bro.

Bilamana orang Toraja yang memiliki status sosial yang tinggi, maka mereka harus dibikinkan sebuah upacara adat yang cukup meriah dan besar. Rambu Solo adalah upacara adat tersebut, atau merupakan tradisi pemakaman yang di dalamnya terdapat banyak proses ritual. Salah satunya ialah adu kerbau ini atauMa’pasilaga Tedong.

Ma’pasilaga Tedong sendiri juga memiliki arti loh bro. Ma’pasilaga sendiri memiliki arti mengadu atau mempertemukan lalu untuk Tedong itu sendiri merupakan kerbau. Jadi, memang Ma’Pasilaga Kerbau sendiri artinya mengadu kerbau.

Baca Juga : Makanan Khas Betawi yang Jarang Ditemui Bahkan Hampir Punah

Tujuan Dari Tradisi Ini

Tujuan utama dari tradisi aduan kerbau ini ialah untuk menghibur keluarga yang sedang berkabung. Namun karena sangat seru, seringkali tradisi ini menjadi sebuah ajang tontonan para masyarakat Toraja. Bahkan dapat menarik massa yang tidak sedikit, bahkan mampu menarik perhatian para wisatawan yang berasal dari luar negeri.

Selain itu, Ma’pasilaga Tedong juga merupakan sebuah tradisi yang dapat menguntungkan banyak pihak bro. Karena biasanya daging-daging kerbau yang sudah kalah tersebut dibagikan kepada warga-warga sekitar. Hmm, jadi semakin penasaran bukan bro dengan tradisi satu ini?

Memerlukan Area yang Luas

Tak berhenti sampai disitu saja, keindahan dari tradisi ini pun hanya bisa dijalankan apabila terdapat sebuah ruang lapang yang cukup luas. Karena memang kerbau yang digunakan pun memiliki badan yang cukup besar. Mungkin akan sedikit berbeda dengan kerbau-kerbau yang ada di sawah-sawah pada umumnya yang memang tidak diperuntukan untuk mengikuti tradisi ini.

Uniknya lagi, para kerbau yang terlibat di dalam pertandingan ini biasanya memiliki nama julukan. Seperti Yakuza, Tony, Spartan, Puma Bocah Nakal dan lain sebagainya. Lapangan yang digunakan sebagai medan tempur umumnya dalam kondisi basah dan berlumpur. Kerbau yang lari meninggalkan lawannya dianggap kalah. Tak menutup kemungkinan pula hingga salah satu dari kerbaunya hingga meninggal.

Bukan hanya itu saja, jika tradisi ini berlangsung maka banyak orang juga yang datang, lapangan luas pun diperlukan agar dapat menampung mereka. Dan biasanya lapangan disewa dengan biaya yang tak murah, penyelenggara juga harus mengantisipasi dari sisi keamanan, sebab atraksi ini bisa kapanpun berakhir ricuh.

Keresahan Dibalik Tradisi Ini

Memang disetiap acara yang seru, tentunya ada saja sesuatu yang bisa mengotorinya. Sama halnya dengan Ma’pasilaga Tedong ini bro. Mengapa bisa dikatakan begitu, karena sudah terdapat banyak sekali kasus yang melibatkan perjudian di dalam tradisi ini.

Bahkan perjudian yang terjadi di tradisi ini pun telah mencapi jutaan rupiah, mungkin karena saking sengitnya pertandingan ini hingga membuat warga Toraja tak mampu menahan hasrat untuk berjudi. Namun masalah perjudian ini dianggap mengurangi nilai sakral tradisi ini. Oleh sebab itu, penegak hukum setempat selalu mengupayakan untuk meminimalisasikan kebiasaan buruk ini.

Biasanya acara Ma’pasilaga Tedong sendiri bisa lo temukan pada saat akhir tahun, karena di masa ini sering sekali diadakannya Rambu Solo yang terkenal itu. Karena memang pada bulan Desember sendiri, di Toraja sendiri juga terdapat beberapa acara adat lainnya yang sayang sekali jika lo lewatkan.