Review Singkat Restoran Jejamuran Yogyakarta

Indonesiawowbanget.web.id – Siapa sih yang terpikirkan ketika mampir ke Yogyakarta? Borobudur? Candi Prambanan? Atau Gunung Merapi? Kalau saya malah teringat sama berbagai kuliner khasnya. Biasanya kuliner paling khas yang ada di Yogyakarta adalah gudeg. Tapi, gudeg sudah sangat sering saya coba, jadi ketika ke Yogyakarta bulan lalu, saya ingin mencoba santapan berbeda.

Kali itu, saya ber-kesempatan mengunjungi salah satu restoran (mungkin satu-satunya di Jogja) dengan konsep masakan serba jamur. Restoran ini sudah ada sejak dulu dan beberapa jamur mereka panen sendiri jamur-nya lho! Penasaran seperti apa? Yuk simak review singkat restoran Jejamuran yang akan kami bahas dibawah ini.

Sejarah Singkat Restoran

Restoran Jejamuran ini didirikan oleh pasangan suami istri Ratidjo dan Indrayati pada tahun 2005. Awalnya Ratidjo dan Indrayati hanya memasarkan menu olahan jamurnya dari rumah ke rumah. Seiring perkembangannya, kini mereka sudah memiliki restoran sendiri. Menu-menu makanan di restoran ini juga semakin berkembang, tentunya disesuaikan dengan jenis jamur dan rasanya. Namun yang paling banyak tentu saja menu-menu masakan local yang semua berbahan dasar jamur. Lewat usahanya ini, pak Ratidjo telah mendapatkan berbagai macam penghargaan. Berbagai penghargaan ini bisa kamu lihat langsung di dinding-dinding resto. Keren banget ya pak Ratidjo ini, Guys!

Lokasi

Restoran ini berlokasi sekitar 9 km dari pusat kota Jogjakarta yakni di Jalan Pramuka No.53, Pandowoharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Memang cukup jauh untuk sampai kesana, apalagi bila kita tidak menggunakan kendaraan sendiri. Jadi kalau Anda berniat untuk mampir, pastikan Anda membawa kendaraan sendiri atau sewa ya!

Restoran buka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Cocok banget nih buat yang ingin sarapan, makan siang ataupun makan malam karena jam buka restoran cukup panjang.

Suasana

Saat pertama kali tiba, tak lengkap rasanya bila Anda tidak berfoto di gapura depannya. Gapuranya sangat unik karena berhiaskan jamur-jamur dan tulisan ‘Jejamuran’berwarna oranye tepat di bagian atasnya. Pada bagian depan setelah pintu masuk, Anda akan disuguhi dengan hadirnya satu spot yang dikhususkan untuk memajang berbagai macam tanaman jamur. Spot ini menjadi tempat edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui berbagai informasi dan jenis jamur, karena disini terdapat jamur-jamur mentah yang masih tertanam seperti jamur tiram , merang, hingga jamur shitake.

Jika ingin membawa pulang salah satu tanaman jamur tersebut untuk dirawat di rumah, Anda juga bisa membelinya dengan harga Rp 10.000/kit. Murah sekali ya!

Di lobby utama terdapat kasir dan juga toko kecil yang menjual berbagai penganan berbahan dasar jamur seperti keripik jamur, kue brownies jamur, bakpia jamur, dan lain-lain. Anda bisa membelinya saat pulang.

Baca Juga : Restoran Khas Jepang di Jogja Yang Selalu Ramai Pengunjung

Menu Makanan dan minuman

Makanan yang tersaji di menu restoran ini sudah jelas berbahan dasar jamur ya, Guys. Sebagian besar makanan merupakan hidangan khas Indonesia seperti sop, rendang, tongseng, sate, dan masih banyak lagi. Yang menarik, beberapa makanan yang harusnya menggunakan daging, semuanya diganti dengan jamur. Meskipun begitu, tekstur makanan sangat mirip dengan jamur. Jadi jangan lupa untuk coba sate, rendang, tongseng dan hidangan lainnya juga ya!

Pilihan minuman di Jejamuran ini cukup beragam. Anda mungkin berpikir hanya makanan saja yang berbahan dasar jamur. Tapi di sini, minuman juga berbahan dasar jamur lho Guys!

Namun memang hanya beberapa jenis minuman yang benar-benar menggunakan jamur didalamnya. Contohnya adalah summer brezze. Minuman ini merupakan campuran soda, jus jeruk dan juga jamur enoki. Penasaran dengan rasanya?