Wisata Berastagi Sumatera Utara

Indonesiawowbanget.web.idBerastagi adalah kota kecil di distrik Karo yang memiliki ibu kota Kabanjahe dan memiliki berbagai tempat menarik untuk dijelajahi. Meski tidak terlalu luas, Berastagi terdaftar dalam budaya sej

Berastagi sudah menjadi salah satu primadona wisata Sumatera Utara sejak dulu, para pengunjung umumnya datang dari berbagai daerah. Lalu, apa saja tempat wisata di berastagi yang menarik untuk ditelusuri?

Belanja di Pasar Buah
Mayoritas pengunjung Berastagi tak pernah melewatkan wisata belanja yang satu ini. Walau dikelola secara tradisional, Pasar Buah Berastagi selalu ramai karena terjaga kebersihannya. Rata-rata pengunjung selalu membeli Markisa, buah populer dari Berastagi ditambah bibit bunga dan berbagai cinderamata. Jangan lupa untuk tawar-menawar harga ya! Asiknya, tak ada biaya masuk ke tempat wisata di Berastagi yang satu ini alias gratis. Lokasi Pasar Buah Berastagi yang terletak di Jalan Gundaling, Tambak Lau Mulgap ini juga tepat di sisi jalan raya sehingga mudah ditemukan.

Refreshing di Lau Debuk-Debuk
Jika ingin menikmati hangatnya air belerang, pemandian Lau Sidebuk-Debuk adalah pilihan paling tepat. Turis mancanegara juga kerap menghabiskan waktu di tempat wisata berastagi ini, lho!. Apalagi view Gunung Sibayak terlihat sangat jelas dari areal pemandian. Nah, destinasi Berastagi yang terletak di Desa Daulu ini juga gak jauh kok dari Medan, hanya butuh 1,5 jam perjalanan. Tiket Lau Sidebuk-Debuk untuk setiap pengunjung dikenai biaya Rp5.000 dan belum termasuk biaya masuk ke sederet lokasi pemandian di sekitar.

Menatap Kota Berastagi dari ketinggian Puncak Gundaling
Dari Pasar Buah, kamu bisa meneruskan perjalanan ke Puncak Gundaling, dari titik ini, kamu bisa leluasa menyaksikan landskap Kota Berastagi. Mau yang lebih greget? coba deh berkeliling dengan menunggangi kuda. Tak perlu bingung soal souvenir, ada banyak gerai seniman lokal yang menjual berbagai pernak-pernik kerajinan tangan. Puncak Gundaling yang bersuhu dingin ini sangatlah instagenic, ada spot foto di berbagai sudut yang memanjakan mata. Traveller bisa duduk menikmati pemandangan perkotaan dan berkeliling dengan naik kuda. Soal biaya masuk, Puncak Gundaling yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting, Gundaling I, Berastagi ini dipatok harga Rp10.000/unit dan tiket tersebut sudah resmi dari Dinas Pariwisata Karo.

Baca juga : Wiranto Menegaskan NKRI Tidak Kenal Referendum

Menelusuri masa lalu di Rumah Bung Karno
dan Berastagi. Lokasinya tepat berada di Desa Lau Gumbah, berjarak sekitar 3 km dari pusat kota. Ya, bangunan ini tergolong tua lantaran sudah dibangun sejak 1719 silam. Rumah Bung Karno di Berastagi yang dekat dari Mess Pemprovsu tersebut bisa dikunjungi oleh siapa saja, tak ada biaya masuk. Namun, para pengunjung tidak diperkenankan masuk ke dalam tanpa pengawasan dari penjaga Rumah Bung Karno.

Menikmati suasana hutan hijau di Tahura
Taman Hutan Raya (Tahura) berlokasi di Desa Tongkoh, jalan lintas Berastagi – Medan. Sebuah kawasan hutan alami yang dahulu cukup ramai dipadati wisatawan. Namun, wisata Berastagi bernama Tahura ini memang memerlukan perhatian dari dinas terkait mengingat kondisinya yang kini cukup memprihatinkan. Di Tamah Hutan Raya, para pengunjung bisa bersantai seraya menikmati dinginnya Berastagi. Tak sedikit juga komunitas fotografi mengadakan foto hunting di tempat wisata Berastagi ini setiap minggunya. Suasana adem ditambah adanya sederet permainan untuk anak-anak membuat destinasi ini cocok sekali untuk wisata keluarga. Alamatnya tidak sulit ditemukan, letaknya pas di Jalinsum tepatnya di Jalan Gundaling II, Berastagi. Informasi tambahan, Taman Hutan Raya biasanya buka mulai pukul 08.00 dan masuk wisata ini tak perlu mengeluarkan uang.

Rajut budaya dalam bangunan peribadatan Kristen di Gereja Inkulturatif Karo
Arsitektur Gereja Fransiskus Asisi cukup mencuri perhatian dari jalan raya. Megah dengan sederet ornamen dan menyerupai rumah adat tradisional etnis Karo. Diresmikan pada 2005 silam, pembangunan Gereja Katolik ini menghabiskan biaya sekitar 1,8 miliar. Bagi yang ingin menikmati wisata religi di Berastagi lengkap dengan budaya Karo, Paroki Santo Fransiskus Assisi ini layak sekali kamu kunjungi. Lokasinya ada di Jalan Sakti Giri, Sempajaya.

Taman Alam Lumbini, Bak berada di Myanmar
Dirancang menyerupai Pagoda Shwedagon di Myanmar, Taman Alam Lumbini adalah objek wisata religi yang sangat terkenal di Berastagi. Warna emas mendominasi seluruh bangunan serta keberadaan pagoda yang menjulang dan dicap tertinggi di Indonesia. Keindahan arsitektur Pagoda Shewdagon di Taman Alam Lumbini bahkan sudah menarik perhatian banyak wisatawan nusantara lho!. Kerennya lagi, wisata Berastagi yang cocok untuk 1 hari liburan ini terbuka untuk umum. Hingga sekarang, tak ada tiket masuk ke Taman Alam Lumbini. Nah wisata gratis ini berada di Desa Tongkoh, Barus Jahe.

Beristirahat sejenak di Bukit Kubu
Tak sedikit wisatawan memilih Bukit Kubu untuk sejenak melepas penat. Area lapangan luas nan hijau kerap dijadikan para pengunjung untuk bermain layang-layang dan cocok sekali untuk wisata keluarga. Bila sobat traveler ingin bermalam, bisa juga kok di Bukit Kubu karena sebenarnya obyek wisata Berastagi ini adalah hotel yang sudah ada sejak era Belanda. Sebab itu, fasilitas di Bukit Kubu sudah sangat lengkap, mulai restoran hingga kamar untuk menginap. Nah, Bukit Kubu ini tidak sulit dijangkau, berada di Jalan Letjen Jamin Ginting, Gundaling II, Sempajaya dan mudah ditemukan karena bentuk bangunannya yang begitu mencolok.