Banjir Bandang di Garut Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Banjir Bandang di Garut Setinggi Pinggang Orang Dewasa – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang banjir bandang yang terjadi di Garut.

Banjir bandang melanda Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Daerah pesisir pantai selatan itu ditimpa banjir sejak Senin dini hari.

Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Sejumlah aliran sungai tak mampu menampung derasnya air.

Akibatnya, air dari sungai merendam area pesawahan dan pemukiman warga.

“Banjir bandang menimpa Pameungpeuk sejak subuh. Apalagi tadi pagi hujan masih mengguyur Pameungpeuk,” ujar Faris saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Beberapa desa di Pameungpeuk terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Sungai Cipalebuh merupakan salah satu sungai yang besar yang langsung mengalir ke pantai.

“Sampai sekarang, beberapa daerah masih terendam banjir. Tinggi air di Sungai Cipalebuh juga hampir menutup jembatan pas subuh itu,” katanya.

• Puluhan Botol Miras Berbagai Merek Diamankan Satnarkoba Polres Majalengka dari Warung Kelontongan

Derasnya aliran Sungai Cipalebuh, lanjutnya, diperkirakan sejak dataran tinggi Bojong. Pasalnya sudah sedikit pohon tegakan di wilayah tersebut.

“Sebagian warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ada yang ke kecamatan juga mengungsinya,” ucapnya.

Sebelumnya juga terjadi banjir bandang di Cianjur Selatan.

Tiga warga Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, masing-masing Irfan bin Wawan (16), Tegar bin Amir (12), dan Kiki bin Rosidin (9), hilang diduga terseret banjir.\

Baca Juga: Prediksi Tsunami, Tingkatkan Kewaspadaan

Sementara dsatu korban meninggal warga Desa Sindangsari belum ditemukan.

Bencana banjir terjadi setelah kawasan selatan Cianjur diguyur hujan kurang lebih selama lima jam. Akibatnya empat kecamatan di Kabupaten Cianjur wilayah Selatan diterjang banjir bandang karena sungai Cisokan dan Cibuni meluap, Sabtu (3/10/2020) dini hari.

Informasi yang dihimpun, keempat kecamatan itu di antaranya Kecamatan Leles, Cijati, Agrabinta, dan Sindangbarang.

Plt Camat Leles, Acep Junadi membenarkan di wilayahnya dilanda banjir bandang dan longsor setelah dilanda hujan selama lima jam.

Tiga desa dilanda Sungai Cisokan meluap, yaitu Desa Pusakasari, Desa Karyamukti dan Sindangsari. Lima desa alami longsor, yakni Desa Nagasari, Sukajaya, Sukamulya, Sukasirna, dan Mandalawangi.

“Iya kang betul ada tiga desa dilanda sungai Cisokan meluap dan lima desa alami longsor, kita lagi menuju lokasi longsor,” ujar Acep.

Perihal adanya korban meninggal, Acep membenarkan adanya korban jiwa di Desa Sindangsari akibat terbawa arus sungai Cisokan yang meluap.