Indonesia Salah Satu Negara Dengan Pendidikan Terendah

indonesiawowbanget.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Indonesia Salah Satu Negara Dengan Pendidikan Terendah.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Indonesia Salah Satu Negara Dengan Pendidikan Terendah

Pendidikan seharusnya menjadi suatu modal utama negara dalam perkembangannya di masa depan. Sumber daya manusia yang baik menjadi bekal negara untuk memanfaatkan sumber kekayaan alam yang ada.Maka dari itu, penting bagi pemerintah untuk berusaha keras dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di negaranya.

Namun, menurut laporan yang dilansir dari DW Indonesia, Sabtu (14/12/2019),Indonesia mengalami penurunan kemampuan literasi di kalangan pelajar.Laporan PISA tahun 2012 menyatakan Indonesia memperoleh skor sebesar 384, sedangkan dalam laporan terbaru Indonesia hanya mendapat sebanyak 371. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat ke 74 dari 79 negara.China berada di puncak peringkat dengan kemampuan literasi sebesar 555 poin.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meminta perusahaan BUMN untuk memfokuskan corporate socail responsibility (CSR) pada sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan.

Dia mengungkapkan saat ini penyaluran CSR dari ratusan perusahaan BUMN memang sudah banyak. Namun sebarannya tidak merata di semua sektor.“CSR BUMN besar sekali tapi kemana-mana, bahkan yang jadi masa depan kalian baru 1 persen yaitu kelestarian alam dan pendidikan yang baru 22 persen, akan kita tingkatkan,” kata dia, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).Padahal, kata dia tiap perusahaan punya alokasi dana CSR yang besar terutama perusahaan dengan revenua atau pendapatan yang tinggi.

Baca Juga : Indonesia Dan Uni Eropa Saling Gugat Buang Tenaga

Menurutnya, sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan perlu menjadi perhatian sebab berkaitan dengan masa depan dan kelangsungan hidup.Selain itu, penyaluran CSR oleh perusahaan saat ini dinilai masih berpusat di Pulau Jawa alias Jawa Sentris. Padahal menurutnya masyarakat di luar jawa lebih membutuhkan sentuhan bantuan dari perusahaan BUMN.”Penyebaran wilayah masih terlalu jawa sentris. Kita harus kembali membangun Indonesia seutuhnya, bagaimana sodara-sodara kita nanti di NTT di Sulawesi? Punya gak mereka kesempatan yang sama dengan di Jawa? Harus punya,” ujarnya.